Gangguan Yang Terjadi Pada Hati: Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasinya

Penyakit Hati bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi virus hingga gaya hidup yang tidak sehat. Gangguan Yang Terjadi Pada Hati dapat berdampak pada terganggunya fungsi organ lain di dalam tubuh. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat harus dilakukan untuk mencegah risiko komplikasi serius.

Gangguan Yang Terjadi Pada Hati
i0.wp.com

Hati adalah organ terbesar pada manusia. Organ ini terletak di bagian kanan atas perut dan dilindungi oleh tulang rusuk dan diafragma. Fungsi hati sangat penting bagi tubuh, khususnya untuk menetralkan racun, memproduksi protein dan membantu proses pembekuan darah.

Selain itu, hati juga berperan sebagai organ yang memproduksi empedu untuk proses pencernaan.

Gangguan Yang Terjadi Pada Hati

Sebagian besar penyakit hati tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala biasanya baru muncul saat penyakit Hati sudah memasuki stadium lanjut atau bahkan kondisi Hati sudah rusak parah.

Ada beberapa gejala yang bisa terjadi akibat penyakit Hati, antara lain:

  • Kulit dan mata kuning
  • Kulit gatal dan mudah memar
  • Cepat lelah
  • urin gelap
  • Kotoran pucat
  • Bengkak dan nyeri di perut
  • Vertigo dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kaki dan pergelangan kaki bengkak

Hubungi dokter Anda segera jika gejala ini terjadi, terutama jika gejalanya tidak hilang selama beberapa hari. Jika diabaikan, penyakit hati dapat memburuk dan menjadi lebih sulit untuk diobati.

Penyebab umum dan faktor risiko penyakit hati

Penyakit Hati bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Infeksi virus hepatitis, seperti virus hepatitis A, B dan C.
  • Penularan virus hepatitis B dan C dari ibu yang menderita kedua virus ini ke janinnya
  • Kelainan genetik
  • Kanker
  • Akumulasi lemak atau perlemakan hati
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh

Penyakit Hati juga bisa dipicu oleh penyakit, lingkungan, dan gaya hidup yang tidak sehat. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit Hati:

  • Bagi jarum di kain
  • Melakukan hubungan seks tanpa pengaman atau sering berganti pasangan
  • Gunakan jarum tato atau tindik yang disterilkan
  • Memiliki kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita hepatitis
  • Dia minum terlalu banyak obat
  • Biasakan minum minuman beralkohol
  • Minum suplemen atau obat herbal, seperti pegagan dan daun kenikir, dalam dosis besar
  • Mengalami obesitas
  • Anda menderita diabetes tipe 2

Jenis penyakit Hati

Berbagai kondisi dan penyakit dapat menyebabkan Gangguan Yang Terjadi Pada Hati. Jenis penyakit Hati ini antara lain:

1. Penyakit kuning

Di Indonesia, menguningnya kulit dan mata dikenal dengan istilah penyakit kuning. Padahal, kondisi ini sebenarnya merupakan gejala penyakit Hati.

Penyakit ini disebabkan oleh kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah yang melebihi batas normal. Kadar bilirubin menjadi tinggi karena kelainan seluler atau peradangan hati.

2. Kolestasis

Kolestasis terjadi ketika aliran empedu dari hati berkurang atau tersumbat. Empedu diproduksi oleh hati untuk membantu proses pencernaan. Aliran empedu yang tersumbat ini dapat menyebabkan bilirubin menumpuk dan memicu penyakit kuning.

3. Sirosis hati

Sirosis adalah suatu kondisi di mana pembentukan borok atau jaringan parut di hati bersifat kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan hati yang sulit diobati dan berujung pada gagal hati. Kebiasaan minum minuman beralkohol dan infeksi virus hepatitis adalah penyebab paling umum dari sirosis.

4. Hepatitis A

Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A yang dapat menyebabkan peradangan pada hati. Cara penularannya adalah melalui feses, air, dan makanan yang terkontaminasi virus. Kontak fisik dengan penderita melalui hubungan seks juga dapat meningkatkan risiko tertular hepatitis A.

5. Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan dapat ditularkan melalui darah, cairan tubuh, atau luka terbuka.

Wanita hamil yang menderita hepatitis B juga dapat menularkannya ke janin dalam kandungan. Hati yang terinfeksi virus hepatitis B akan mengalami kerusakan, gagal hati, bahkan kanker jika tidak segera diobati.

6. Hepatitis C

Jenis hepatitis ini disebabkan oleh virus hepatitis C, yang dapat menyebabkan hati membengkak. Hepatitis C kronis dapat menyebabkan sirosis hati, gagal hati, dan kanker hati.

7. Hati berlemak

Seperti namanya, sifat perlemakan hati ditandai dengan kelebihan jumlah lemak yang disimpan di hati. Akibatnya, hati menjadi meradang, yang bisa berubah menjadi jaringan parut permanen.

Dalam kondisi kronis, hati berisiko terkena sirosis dan menyebabkan gagal hati. Perlemakan hati dapat dipicu oleh konsumsi alkohol (alcoholic fatty Hati) atau penyebab lain (non-alcoholic fatty Hati disease/NAFLD), seperti diabetes dan obesitas.

8. Kanker hati

Kanker hati terjadi ketika sel-sel hati bermutasi tumbuh tak terkendali. Dalam beberapa kasus, infeksi virus hepatitis B dan C kronis dapat menyebabkan kanker hati.

Selain beberapa penyebab di atas, penyakit Hati juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, toksin atau toksin, dan penyakit genetik.

Pengobatan Gangguan Yang Terjadi Pada Hati

Pengobatan Gangguan Yang Terjadi Pada Hati tergantung dari jenis penyakitnya. Beberapa penyakit Hati dapat diatasi dengan mengubah gaya hidup, seperti berhenti minum alkohol, menurunkan berat badan, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Mengambil obat antivirus diperlukan jika penyakit hati disebabkan oleh infeksi virus. Namun, jika Anda sudah menderita sirosis hati, hati yang rusak tidak bisa sembuh. Upaya terapeutik tetap dapat dilakukan dengan memantau perjalanan penyakit dan mengurangi risiko komplikasi.

Pengobatan pasien gagal hati kronis dilakukan dengan pembedahan untuk menyelamatkan bagian hati yang masih berfungsi. Jika ini tidak memungkinkan, transplantasi hati diperlukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Penyakit Hati dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, hindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita hepatitis. Selain itu, pastikan Anda dan keluarga sudah divaksinasi hepatitis sebagai langkah efektif untuk mencegah penyakit ini.

Jika Anda mengalami Gangguan Yang Terjadi Pada Hati, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lengkap dan penanganan lebih lanjut.