Kenali Penyakit Kulit Kutu Air Yang Bikin Kulit Gatal

Kutu air atau tinea pedis merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi jamur yang menyebar di sela-sela jari kaki. Kutu air dikenal sebagai Penyakit Kulit Kutu Air dalam dunia kesehatan. Penyakit ini sering menyerang orang dengan kaki berkeringat dan memakai alas kaki yang ketat.

Penyakit Kulit Kutu Air
asset.kompas.com

Penyebab Penyakit Kulit Kutu Air

Penyakit Kulit Kutu Air terjadi saat jamur tinea tumbuh di kaki. Jamur dapat ditangkap melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi jamur.

Seperti yang kita ketahui, jamur tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab, seperti kamar mandi, lantai ruang ganti, dan di sekitar kolam renang. Kutu air dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin dan usia. Namun, orang dewasa cenderung lebih berisiko terkena kutu air.

Faktor-faktor berikut meningkatkan risiko tertular kutu air, yaitu:

  • Kunjungi tempat-tempat umum dengan bertelanjang kaki, terutama tempat-tempat lembab
  • Kenakan kaus kaki, sepatu, atau handuk yang sama dengan orang yang terinfeksi
  • Kenakan sepatu yang ketat dan tertutup
  • Biarkan kaki Anda basah untuk waktu yang lama
  • Bereksperimen dengan kaki yang berkeringat
  • Ini memiliki kerusakan kecil pada kulit atau kuku kaki

Gejala Penyakit Kulit Kutu Air

Kutu air sering ditandai dengan gejala gatal di sela-sela jari kaki. Namun, ada beberapa gejala saat Penyakit Kulit Kutu Air terinfeksi, antara lain:

  • Rasa gatal, perih dan terbakar di antara jari kaki atau telapak kaki
  • Lepuh gatal di kaki
  • Kulit di antara jari kaki dan telapak kaki pecah-pecah dan terkelupas
  • Kulit kering di telapak atau sisi kaki
  • Kuku kaki berubah warna, lebih tebal dan sedikit rapuh
  • Kuku yang rusak bahkan tampak menonjol dari tempat semula

Diagnosa Dokter

Untuk mendiagnosis Penyakit Kulit Kutu Air , dokter akan melakukan hal berikut:

  • Lakukan pemeriksaan visual sederhana pada kaki.
  • Tanyakan tentang gejala lain dan pertimbangkan riwayat infeksi jamur.
  • Menanyakan gejala di tempat lain di tubuh karena kondisi kulit lainnya juga dapat memberikan gejala yang sama seperti infeksi kutu air.
  • Lakukan tes kalium hidroksida untuk mencari infeksi jamur pada kulit.

Kutu air tidak serius, tetapi terkadang sulit diobati. Jika Anda memiliki diabetes atau sistem kekebalan yang lemah, hubungi dokter Anda segera jika Anda terinfeksi kutu air.

Deteksi dini gejala kutu air menyebabkan penyakit ini cepat sembuh sehingga infeksinya tidak berlangsung lama.

Perawatan Penyakit Kulit Kutu Air

Dengan dilansir dari Healthline, beberapa obat Penyakit Kulit Kutu Airberikut bisa Anda gunakan. Diantaranya adalah:

  • Obat antijamur oral seperti itrakonazol (Sporanox), flukonazol (Diflucan) atau terbinafine (Lamisil) dengan resep dokter
  • Obat steroid topikal untuk mengurangi peradangan yang menyakitkan
  • Antibiotik oral jika infeksi bakteri berkembang karena kulit kasar dan lecet kulit

Jika Anda tidak ingin minum obat atau salep apa pun, rendam kaki Anda dalam larutan garam atau cuka encer untuk mengeringkan lepuh akibat infeksi kutu air.

Komplikasi Penyakit Kulit Kutu Air

Penyakit Kulit Kutu Air dapat menyebabkan komplikasi dalam beberapa kasus, mulai dari yang ringan hingga yang lebih parah.

Komplikasi ringan termasuk reaksi alergi terhadap jamur, yang dapat menyebabkan lecet pada kulit kaki atau tangan.

Sementara komplikasi yang lebih serius terjadi jika infeksi bakteri sekunder berkembang. Cara mengalami kaki bengkak disertai nyeri dan sensasi terbakar.

Pencegahan

Untuk menghindari infeksi Penyakit Kulit Kutu Air, Anda dapat melakukan hal berikut:

  • Cuci kaki Anda dengan sabun dan air setiap hari dan keringkan secara menyeluruh, terutama di sela-sela jari kaki.
  • Cuci kaus kaki, seprai, dan handuk dalam air bersuhu 60 derajat Celcius atau lebih tinggi.
  • Desinfeksi sepatu dengan lap disinfektan (seperti tisu Clorox) atau semprotan.
  • Oleskan bedak antijamur ke kaki Anda setiap hari.
  • Jangan berbagi kaus kaki, sepatu, atau handuk dengan orang lain.
  • Kenakan sandal di tempat umum.
  • Kenakan kaus kaki yang terbuat dari serat yang dapat menjaga kelembapan kulit.
  • Ganti kaus kaki Anda segera saat kaki Anda berkeringat.
  • Kenakan sepatu yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat.
  • Keringkan sepatu setelah digunakan setidaknya sekali setiap hari.

Penyebab terjadinya kutu air

Kutu alias tinea pedis merupakan masalah yang terjadi pada kulit di area kaki. Meski disebut kutu air, penyakit ini bukan disebabkan oleh kutu, melainkan karena infeksi jamur yang menghuni jaringan kulit, rambut, dan kuku kaki atau kuku jari tangan.

Jamur penyebab kutu air termasuk dalam kelompok jamur dermatofita, yaitu kelompok jamur yang membutuhkan lapisan keratin (lapisan protein yang melindungi kulit, rambut, dan kuku) untuk tumbuh dan berkembang biak. Dampaknya akan merusak kulit dan kuku.

Beberapa jenis jamur adalah Trichophyton, T. interdigital dan Epidermophyton. Padahal, jamur ini bisa hadir kapan saja dan tidak akan menimbulkan masalah selama kulit Anda kering dan bersih.

Sebaliknya, jika kulit tangan atau terutama kaki basah, lembab dan hangat dalam waktu lama, jamur akan lebih mudah berkembang biak.

Berikut beberapa kebiasaan yang bisa menjadi kerentanan jamur kutu air untuk tumbuh.

1. Anda membutuhkan sepatu ketat

Sepatu yang terlalu ketat akan membuat kaki Anda basah dan berkeringat, terutama di sela-sela jari kaki. Selain itu, bahan sepatu yang Anda kenakan juga sangat berpengaruh. Pasalnya, sepatu yang terbuat dari bahan sintetis seperti karet atau plastik lebih mudah membuat kaki Anda berkeringat.

Juga, jika Anda sering berolahraga menggunakan sepatu. Biasanya, atlet yang banyak menggunakan kaki saat beraktivitas lebih rentan mengalami kondisi ini. Karena itulah, penyakit ini dikenal sebagai penyakit kaki atlet.

Anda bisa menghindarinya dengan segera melepas sepatu setelah keluar atau setelah berolahraga seharian lalu mencuci kaki hingga bersih. Juga, pastikan kaki Anda kering ketika Anda kembali ke sepatu.

2. Sering berjalan tanpa alas kaki di area basah

Misalnya, saat berjalan tanpa alas kaki di kolam renang, gym, atau kamar mandi umum. Kemungkinan ada jamur yang menyebabkan kutu air di lantai di lokasi ini, karena area yang lembap dan lembap bisa menjadi tempat yang ideal bagi jamur untuk tumbuh.

Karena itu, gunakan sandal atau alas kaki khusus seperti sandal jepit untuk menghindari risiko penyakit, bahkan saat mandi di gym.

3. Jangan mengganti sepatu dan kaus kaki

Jamur dapat tumbuh subur di tempat yang panas dan lembap seperti di sepatu yang panas dan berkeringat. Bukan tidak mungkin jika jamur mulai mendarat di kaus kaki Anda juga.

Saat Anda memakai sepatu dan kaus kaki yang sama berulang kali, risiko tertular kutu air lebih besar.

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan sepatu ekstra agar bisa digunakan sembarangan. Jangan lupa untuk mengganti kaus kaki Anda setiap hari. Jika acara atau tujuan tidak membutuhkan sepatu, pilihlah sandal atau sepatu terbuka, terutama jika cuaca atau iklimnya hangat.

4. Ada luka di kaki

Ternyata, luka atau lesi kulit di kaki juga bisa menjadi penyebab infeksi kutu air. Ketika luka terkena jamur, jamur akan masuk ke lapisan kulit melalui celah-celah kecil pada luka dan menginfeksi lapisan atas.

Berbagai perawatan untuk menjaga kesehatan kulit

5. Penyakit kulit kutu bisa menular

Jamur yang hidup dan tumbuh di kaki penderita kutu air ini bisa menular ke kaki orang lain. Apalagi jika orang yang terinfeksi memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penyakit Kulit Kutu Air

Hal ini dapat terjadi melalui kontak kulit, misalnya ketika tangan atau kaki Anda secara tidak sengaja bersentuhan dengan luka atau kurap orang lain. Transmisi ini juga dikenal sebagai kontak langsung.

Sedangkan transfer tidak langsung dapat terjadi ketika Anda meminjam barang-barang pribadi seperti pakaian, handuk, sepatu, atau kaus kaki dari orang yang terinfeksi. Item tersebut mungkin telah terkontaminasi, sehingga Anda mungkin terinfeksi karena penggunaannya.

Selain menjaga kulit kaki tetap kering setelah mandi atau berolahraga, Anda juga harus berhati-hati dan menghindari berbagi barang saat orang di sekitar Anda terkena kutu air. Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda masih memiliki pertanyaan tentang kutu air.

itulah artikel tentang Penyakit Kulit Kutu Air semoga bermanfaat.