Faktor Faktor Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan membantu tubuh menyerap nutrisi penting, sehingga bertanggung jawab untuk membuang limbah dari tubuh. Lalu apa Faktor Faktor Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan yukk simak berikut ini

Faktor Faktor Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan
cdnt.orami.co.id

Sistem yang kompleks ini dimulai dari tempat makanan masuk hingga makanan keluar dari tubuh.Sistem pencernaan manusia berjalan dari mulut ke ujung usus besar atau rektum.

Dengan diluncurkannya Healthline, semakin banyak kondisi dan penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan manusia.

Beberapa Faktor Faktor Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan

Berikut 11 Faktor Faktor Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan ;

1. Peradangan lambung

Faktor Faktor Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan yang pertama adalah Radang lambung atau gastritis, peradangan yang terjadi pada mukosa lambung.

Laporan dari Health Plus bahwa penyebab gangguan pencernaan paling sering karena infeksi bakteri, terutama jenis Helicobacter pylori (H. pylori).

Selain itu, gastritis juga dapat disebabkan oleh efek samping dari konsumsi obat pereda nyeri, obat anti inflamasi non steroid, dan konsumsi minuman beralkohol.

Gejala maag atau gastritis antara lain:

  • Sakit perut, perut panas, kadang disertai sakit parah
  • Mual dan muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Perut kembung dan sering bersendawa

Cara mengatasi gastritis disesuaikan dengan penyebabnya. Selain minum obat, pasien disarankan untuk menghindari makanan pedas, berlemak, gorengan, alkohol dan kopi.

2. Tukak lambung

Faktor Faktor Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan selanjutnya yaitu Tukak lambung, tukak yang muncul pada lapisan lambung, kerongkongan bagian bawah, atau ujung usus halus.

Seperti halnya gastritis, penyebab gangguan pencernaan biasanya dipicu oleh peradangan akibat infeksi bakteri H. pylori dan efek samping penggunaan obat-obatan tertentu.

Gejala sakit maag yang paling umum adalah sakit perut bagian atas dan bengkak.

Penderita sakit maag juga cenderung mengalami penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, mual, tinja berdarah, dan muntah.

Sakit maag bisa sembuh dengan pengobatan yang tepat. Jika tidak diobati, gangguan pencernaan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti luka tertusuk, luka berdarah, kerusakan pencernaan.

3. Penyakit Asam Lambung (GERD)

Penyakit refluks asam adalah suatu kondisi di mana cairan dari asam lambung menarik diri ke kerongkongan.

Penyakit asam lambung sudah memasuki fase kronis jika sering kambuh atau kambuh lebih dari dua kali seminggu. Kondisi ini disebut penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Gejala GERD akibat asam lambung yang meningkat dapat mengiritasi bagian belakang tenggorokan, antara lain:

  • Nyeri atau sensasi terbakar di rongga jantung di dada
  • Mual atau muntah
  • Tenggorokan terbakar
  • Sulit menelan
  • suara serak
  • Batuk

Penyebab gangguan pencernaan akibat GERD adalah masalah pada katup di ujung bawah kerongkongan atau sfingter esofagus.

Biasanya, katup otot ini dapat ditutup rapat untuk menjaga cairan dan isi perut tetap berada di tengah tubuh.

Namun, pada penderita penyakit asam lambung, katup ini sering terbuka atau sulit menutup rapat.

Kondisi ini dapat terjadi ketika pasien makan terlalu banyak, merokok, minum alkohol dan kafein, yang menyebabkan obesitas.

Kabar baiknya, gangguan saluran pencernaan ini dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti mengurangi asupan kafein, mengurangi lemak, dan menjaga berat badan ideal.

4. Sindrom iritasi usus besar

Irritable Bowel Syndrome adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh iritasi pada saluran pencernaan.

Penyakit ini dapat menyebabkan sakit perut dan ketidaknyamanan pada pasien karena diare atau sembelit. Pada umumnya gejala penyakit hilang setelah buang air besar (BAB).

Penyebab gangguan pada sistem pencernaan manusia ini belum diketahui secara pasti. Pada umumnya penyakit ini disebabkan oleh infeksi saluran cerna dan keracunan makanan.

Sistem kekebalan di usus aktif selama infeksi. Hal ini menyebabkan saraf di usus menjadi lebih sensitif.

Saraf sensitif ini meningkatkan produksi gas di usus, menyebabkan gejala kembung atau sakit perut.

Stres dan kecemasan dapat memperburuk gejala sindrom iritasi usus besar. Penyakit ini biasanya tidak membutuhkan penyembuhan jangka panjang. Lumayan dengan melindungi pola makan serta style hidup sehat

5. Diare kronis

Diare kronis atau berkepanjangan pada beberapa orang dapat dipicu oleh konsumsi makanan seperti produk susu, alkohol, dan pemanis buatan.

Penyebab gangguan pencernaan terkadang tidak ada hubungannya dengan usus, seperti penyakit tiroid dan diabetes.

Sedangkan penyebab diare kronis berhubungan dengan gangguan usus, antara lain:

  • Penyakit celiac yang disebabkan oleh penipisan lapisan usus
  • Kolitis ulseratif
  • Penyakit Crohn

Untuk mengetahui penyebab pasti diare kronis, dokter umumnya menganjurkan tes darah, tinja, dan pemeriksaan usus.

Setelah menemukan penyebab pasti dari penyakit pencernaan, dokter baru akan menentukan jenis pengobatan yang paling tepat.

6. Sembelit

Sembelit atau sembelit adalah Faktor Faktor Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan yang membuat seseorang sulit mendapatkan tinja (BAB).

Seseorang dikatakan sembelit jika frekuensi buang air besar mereka kurang dari tiga kali seminggu, buang air besar keras atau kecil, atau mereka membutuhkan dorongan ekstra saat buang air besar.

Ada banyak penyebab sembelit. Pada umumnya gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh pola makan rendah serat, kurang minum air putih, dan malas beraktivitas.

Perubahan atau modifikasi gaya hidup yang lebih sehat dapat mengatasi gangguan sistem pencernaan ini.

7. Kurangi konsumsi makanan berserat

Serat berfungsi untuk memulai proses pencernaan yang terjadi di lambung.

Jika seseorang kurang mengkonsumsi serat, maka akan menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan seperti sembelit.

Contoh makanan berserat tinggi antara lain pepaya, singkong, sayuran, dan lain sebagainya.

8. Tidak mengunyah makanan dengan baik

Proses mengunyah makanan memegang peranan penting dalam proses pencernaan.

Karena ketika seseorang mengunyah dengan baik, makanan akan menjadi lebih lembut dan lebih mudah diserap usus.

Sebaliknya, jika Anda mengunyah makanan secara sembarangan dan terburu-buru, makanan tidak akan terserap dengan baik.

Selanjutnya, kebiasaan ini juga akan menyebabkan masalah pencernaan yang parah. Bila dilakukan berulang-ulang.

9. Stres dan kurang olahraga

Faktor Faktor Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan selanjutnya adalah stress, Ketika seseorang mengalami stres, maka akan mempengaruhi keadaan sistem pencernaan seseorang. Akibatnya, mudah mengalami gangguan pencernaan.

Untuk mengatasi masalah ini, teman harus mengingat pikiran mereka. Untuk menghindari stres.

Jadi penyebab gangguan pencernaan juga bisa berasal dari kurang olahraga. Hal ini dikarenakan tubuh kurang aktif atau kurang bergerak.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk rajin berolahraga. Setidaknya seminggu sekali untuk menghindari gangguan sistem pencernaan.

10. Pola makan berantakan

Pola makan juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Seseorang yang mengikuti diet teratur cenderung memiliki sistem pencernaan yang teratur.

Hal ini dikarenakan asupan yang dibutuhkan tubuh terpenuhi dengan benar. Sebaliknya, seseorang yang pola makannya tidak teratur akan rentan mengalami gangguan pencernaan.

Selain itu, pemilihan jenis makanan juga memegang peranan penting. Makanan dan minuman yang mengandung makanan berkarbonasi dan instan tidak baik untuk sistem pencernaan tubuh.

11. Radang perut

Peradangan lambung terjadi pada mukosa lambung. Masalah ini bisa terjadi karena diserang bakteri H. pylori.

Selain itu, penyakit pencernaan ini juga bisa disebabkan oleh efek samping obat pereda nyeri dan makanan pedas dan berlemak.

Nah, itulah 11 Faktor Faktor Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan.